sedikit hal tantang biofilm

17.47


Pastilah teman- teman tidak asing dengan istilah “Plak” terutama pada gigi, nah taukah teman- teman bahwa plak tersebut dibentuk bakteri dan merupakan salah satu contoh dari Biofilm yang akan kita bahas kali ini. Oke mari langsung aja ke poinya tidak usah banyak basa- basi!!!
Biofilm adalah kumpulan dari sel-sel mikroorganisme atau mikrobial khususnya bakteri yang melekat pada suatu permukaan dan diselimuti oleh pelekat polisakarida yang diekskresikan oleh sel-sel bakteri(Eksopolisakarida/EPS). Pelekatan ini disertai penumpukan bahan-bahan organik yang diselubungi oleh matrik polimer ekstraseluler yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. Matrik ini berupa struktur benang-benang bersilang sebagai alat pelekat dari biofilm. Biofilm tersebut dapat terbentuk dari berbagai macam spesies mikroorganisme yang membentuk suatu konsorsium.
Matriks biofilm bereperan sebagai sistem cerna luar, melindungi dari enzim yang dapat merusak metabolisme sel dan sebagai alat metabolisme senyawa- senyawa terlarut, koloid serta biopolymer padat. Biofilm juga lebih resisten dibandingkan dengan sel planktonik terhadap agen anti bacteria. Adanya aktifitas fisiologi dari mikroorganisme dalam biofilm, gradien kimia yang berkembang akan menciptakan mikro-habitat yang berbeda yang dapat mendukung keanekaragaman. Biofilm terbentuk karena adanya kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.
Perlekatan sel ke permukaan yang mengandung pelikel akan memicu reseptor pada permukaan sel, sehingga akan merangsang ekspresi gen tertentu untuk sintesa eksopolisakarida. Adanya ekspresi gen tersebut akan mempengaruhi fenotipnya dan resistensi mikroorganisme. Resistensi biofilm terhadap gen antimikrobialia akan berhubungan dengan umur dan struktur biofilm serta sifat-sifat kimia dari agen antimikrobialia tersebut. Biofilm dapat berfungsi sebagai antimikrobialia karena matriks ekstraseluler dapat saling berikatan dan menutupi akses dari antimikrobialia, terutama melalui interaksi ionic dengan suatu molekul yang bersifat seperti penyaring. Eksopolisakarida yang disekresikan akan berikatan dengan enzim ekstraseluler, misalnya Lactamase yang dapat mendegradasi atau menginaktifasi beberapa agen antimikrobialia (Socha et al, 2009). Biofilm dapat terjadi pada tempat dan waktu yang salah (perspektif manusia) sehingga dapat merugikan kepentingan manusia.
Biofilm terdiri dari kumnpulan sel-sel mikroorganisme, produk ekstraseluler berupa polisakarida sebagai bahan pelekat, dan air sebagai penyusun utama biofilm dengan kandungan hingga 97%. Polisakarida yang diproduksi oleh mikrobial untuk membentuk biofilm adalah EPS yakni polisakarida yang dikeluarkan dari dalam sel. EPS yang disintesis oleh sel mikrobial berbeda-beda komposisi, sifat kimiawi dan fisiknya. Beberapa adalah makromolekul yang bersifat netral, namun mayoritas bermuatan karena keberadaan asam uronat (Asam D-glukuronat), Asam D-galakturonat, dan Asam D- manuroniat. Ada biofilm yang bersifat kaku karena EPS-nya terdiri dari ikatan ß-1,4 atau ß-1,3 glikosida (ikatan monosakarida monomer penyusun polisakarida) seperti EPS xanthan gum yang dihasilkan oleh Xanthomonas campestris tetapi ada juga yang bersifat fleksibel karena memiliki ikatan α-1,2 atau α -1,6 glikosida yang banyak ditemukan pada dekstran. Beberapa contoh EPS  selain xanthan gum adalah asam kolanat yang diproduksi oleh Escherichia coli , alginat oleh P. aeruginosa, dan galaktoglukan oleh Vibrio cholera.
Bahan-bahan penyusun biofilm yang lain contohnya adalah protein, lipid, dan lektin. Struktur dari suatu biofilm adalah unik tergantung dari lingkungan tempatnya berada, contohnya adalah kandungan nutrisi dan keadaan fisik. Selain itu, di alam, sangat jarang terdapat biofilm yang hanya terdiri dari satu spesies, biasanya biofilm tersusun dari beberapa spesies dalam lapisan-lapisan yang berbeda. Mikroorganisme fotosintetik ada di permukaan paling atas, mikroorganisme kemoorganotrof anaerob fakultatif di bagian tengah, sedangkan dibagian dasar adalah mikroorganisme anaerob pereduksi sulfat. Pada bagian atas, cahaya matahari lebih mudah didapat sehingga dapat digunakan untuk fotosintesis, sedangkan bagian tengah dapat dihuni oleh mikrobial kemoorganotrof fakultatif anaerob karena dapat mentolerir kandungan udara yang sedikit serta banyak dapat mengakses bahan organik sebagai sumber energinya. Pada bagian dasar, tidak terdapat kandungan udara sehingga mikrobial anaerob pereduksi sulfat dapat tumbuh dan mendapatkan energi dengan cara mereduksi sulfat. Tergantung dari kondisi lingkunganya, biofilm dapat terlihat tebal dan besar (tergantung kosentrasi substrat) sehingga bisa dilihat langsung dengan mata telanjang, contohnya pada lingkungan air laut (stromatolit).
Transpor substrat dalam biofilm terjadi melalui cairan yang menuju biofilm, bergerak melalui matriks dan akhirnya dikonsumsi mikroorganisme yang hidup didalamnya. Pada dasarnya cara mendapatkan makanan yang terjadi dalam biofilm adalah secara konsorsium. Biofim tumbuh dan berkembang memodifikasi struktur internalnya tergantung dari kondisi lingkungan. Beberapa data penelitian menyebutkan bahwa struktur fisik dari biofilm dipengaruhi oleh hidrodinamiks dan komposisi cairan eksternal (Peyton 1996; Hermanowicz, 1999; Wijeyekoon et al, 2004).
Tahap pembentukanya:
  1. 1.      Pelekatan awal: mikrobial melekat pada permukaan suatu benda dan dapat diperantarai oleh fili (rambut halus sel) contohnya pada P.aeruginosa.
  2. 2.      Pelekatan permanen: mikrobial melekat dengan bantuan eksopolisakarida (EPS).
  3. 3.      Maturasi I: proses pematangan biofilm tahap awal.
  4. 4.      Maturasi II: proses pematangan biofilm tahap akhir, mikrobial siap untuk menyebar.
  5. 5.      Dispersi: Sebagian bakteri akan menyebar dan berkolonisasi di tempat lain

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔